istirahat Sejenak
Oleh bachtiar pada 10 October 2008 – 10:51 pm -Blog ini mati sejenak !!!! Tapi Orangnya Belum Mati .
Terekam dalam Blogosphere | 2 komentar »
Baju koko ‘SBY’
Oleh bachtiar pada 20 September 2008 – 1:44 am -Kemarin ketika nonton acara berita di TV , saya baru tau kalau sekarang ada baju koko model baru pada ramadahan kali ini yaitu model baju koko yang digunakan pak presiden . Yaitu Baju koko kerah tinggi dengan aksen di bagian dada. Katanya gaya baju koko model SBY ini sedang laris manis karena menjadi buruan para konsumen. Wajar saja lah, Kalau Gaya berpakaian figur publik kerap memberi inspirasi, Kalau pada Tahun lalu gaya berpakaian UJ (ustadz Jefri) yang menjadi tren , sekarang cara berpakaian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hehehehe…..Apa saya akan membelinya juga ???
Ngomong-ngomong soal Baju Koko , Sekarang banyak sekali minat masyarakat Indonesia khususnya Muslim menggunakan baju Koko. Baju Koko sering dikenakan oleh masyakat Muslim untuk melaksanakan segala aktifitas yang berhubungan dengan ibadah. Sehingga Banyak masyarakat yang berasumsi bahwa baju Koko itu adalah pakaian islami . Dan dengan baju Koko, orang yang memakainya menjadi percaya diri dan seolah-olah merasa jadi alim .Tapi apakah benar begitu ?
Berdasarkan sejarah Baju Koko itu sendiri sebnearnya adalah baju yang dibawa oleh para pedagang muslim cina ke indonesia. Dan kalau dicermati , kata “koko” itu artinya dalam bahasa cina adalah “Paman”. Jadi Baju koko bisa disebut juga Baju paman. Tapi ada juga sih baju yang mirip dengan baju koko tapi panjangnya sampai paha dari pakistan, Yang panjangnya sampai lutut dari india,dan sampai mata kaki dari arab saudi.
Sebenarnya tidak ada sih aturan bagaimana seorang muslim harus menggunakan gaya pakaian seperti apa. Dalam berpakaian islam mengajarkan kepada kita untuk mengenakan pakaian yang menutup aurat , tidak transparan, longgar artinya tidak sempit atau ketat sehingga mempamerkan rupa bentuk anggota badan serta tidak berlebih-lebihan.
Terekam dalam Catatan Kehidupan, Kehidupan Sosial | 3 komentar »


